Wong Alas Bal-Balan, Ajang Silaturahmi yang Pererat Kebersamaan Keluarga Besar Kehutanan UMM

Malang โ€“ Semangat kebersamaan dan kekeluargaan kembali terasa di lingkungan Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kegiatan Wong Alas Bal-Balan, sebuah pertandingan futsal yang mempertemukan dosen, alumni, dan mahasiswa dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Kehutanan UMM ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga besar Kehutanan UMM. Di atas lapangan, para peserta menunjukkan semangat sportivitas dan kerja sama, sementara di luar pertandingan tercipta ruang untuk saling berbagi cerita, pengalaman, serta memperkuat ikatan antarangkatan. Mengusung semangat “Wong Alas Bal-Balan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di Program Studi Kehutanan UMM tidak hanya dibangun melalui aktivitas akademik, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik yang mampu menyatukan seluruh elemen, mulai dari mahasiswa aktif, alumni, hingga para dosen. Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Sorak semangat dan dukungan dari rekan-rekan yang hadir semakin menambah semarak jalannya pertandingan. Meski berlangsung kompetitif, seluruh peserta tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan sebagai tujuan utama kegiatan. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun relasi dengan alumni dan dosen dalam suasana yang lebih santai. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring profesional sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Program Studi Kehutanan UMM. Ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, alumni, dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat terus dipelihara melalui berbagai kegiatan positif lainnya yang melibatkan seluruh keluarga besar Kehutanan UMM. Melalui Wong Alas Bal-Balan, Program Studi Kehutanan UMM kembali menegaskan pentingnya membangun komunitas akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki solidaritas, kekompakan, dan rasa kekeluargaan yang kuat. Semangat ini diharapkan terus menjadi budaya yang mempererat hubungan antarwarga Kehutanan UMM sekaligus menginspirasi lahirnya berbagai kolaborasi di masa mendatang. ๐ŸŒฟโšฝ

Mahasiswa Kehutanan UMM Lolos X International Summer Course 2026 di Universitas Gadjah Mada

Malang โ€“ Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Iqbal Arif Alhaqie berhasil terpilih sebagai peserta The X International Summer Course 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Program internasional tersebut akan berlangsung pada 7โ€“20 Juli 2026 dengan mengangkat tema โ€œForest for Life: Managing Ecosystem Service in a Changing Climate.โ€ Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Kehutanan UMM mampu bersaing dalam program akademik bertaraf internasional sekaligus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan kapasitas diri di bidang kehutanan dan lingkungan. International Summer Course merupakan kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas, baik dalam maupun luar negeri, untuk belajar bersama melalui kuliah, diskusi ilmiah, praktik lapangan, serta pertukaran budaya. Tema yang diusung pada penyelenggaraan tahun ini berfokus pada pentingnya pengelolaan jasa ekosistem hutan di tengah tantangan perubahan iklim global. Melalui berbagai sesi pembelajaran, peserta akan diajak memahami bagaimana hutan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan, penyerap karbon, pelindung keanekaragaman hayati, serta penopang kehidupan masyarakat. Selain itu, peserta juga akan mengeksplorasi berbagai strategi pengelolaan hutan yang adaptif dan berkelanjutan guna menghadapi dampak perubahan iklim. Selama dua pekan pelaksanaan, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup kuliah dari pakar internasional, diskusi kelompok, studi kasus, kunjungan lapangan, hingga presentasi hasil pembelajaran. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring internasional dengan mahasiswa, peneliti, dan praktisi kehutanan dari berbagai negara. Keikutsertaan Iqbal Arif Alhaqie dalam program ini diharapkan mampu memperluas wawasan mengenai isu-isu kehutanan global, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta memperkuat kompetensi profesional di bidang pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Pengalaman yang diperoleh nantinya juga diharapkan dapat dibagikan kepada sivitas akademika Program Studi Kehutanan UMM sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan dan penelitian. Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian tersebut. Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif mengikuti berbagai program nasional maupun internasional, serta membawa nama baik institusi di tingkat global. Semoga keikutsertaan Iqbal Arif Alhaqie dalam The X International Summer Course 2026 menjadi pengalaman yang berharga, memperluas jejaring akademik internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di masa depan.

Mahasiswa Kehutanan UMM Jadi Delegasi Indonesia pada APRM 2026 di Taiwan

Malang โ€“ Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammad Afif Zaidan R., yang menjabat sebagai President of International Forestry Students’ Association (IFSA) Local Committee Universitas Muhammadiyah Malang (IFSA LC UMM), resmi terpilih sebagai delegasi untuk mengikuti Asia-Pacific Regional Meeting (APRM) 2026 yang akan diselenggarakan di Taiwan pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026. APRM merupakan forum tahunan yang mempertemukan mahasiswa kehutanan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema โ€œHuman Dimensions in Biodiversity Conservation: Integrating Social Drivers for Sustainable Natural Resource Management.โ€ Tema tersebut menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek sosial dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Keikutsertaan Muhammad Afif Zaidan R. sebagai delegasi menjadi wujud nyata peran aktif mahasiswa Kehutanan UMM dalam forum internasional. Kesempatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas budaya, berbagi pengalaman, serta mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan hutan dari berbagai negara. Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti rangkaian agenda yang meliputi seminar ilmiah, diskusi panel, workshop, kunjungan lapangan (field trip), hingga pertukaran budaya dengan mahasiswa kehutanan dari berbagai negara. Melalui aktivitas tersebut, peserta diharapkan mampu memperkaya perspektif mengenai isu-isu kehutanan global, khususnya konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, restorasi ekosistem, dan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Bagi Program Studi Kehutanan UMM, partisipasi mahasiswa dalam forum internasional seperti APRM merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Pengalaman internasional diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam kemampuan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, serta pemahaman terhadap isu-isu kehutanan yang bersifat global. Keberhasilan Muhammad Afif Zaidan R. menjadi delegasi APRM 2026 juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif dalam organisasi, serta memanfaatkan berbagai peluang internasional yang dapat mendukung pengembangan kapasitas akademik maupun profesional. Program Studi Kehutanan UMM menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian tersebut. Semoga keikutsertaan dalam Asia-Pacific Regional Meeting (APRM) 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Malang dan Indonesia di kancah internasional, serta memperkuat jejaring kerja sama di bidang kehutanan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Seminar Kehutanan UMM Hadirkan Pakar BRIN dan Praktisi Industri Bahas Rehabilitasi Lahan Gambut dan Bekas Tambang

Malang โ€“ Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kegiatan akademik melalui Seminar Kehutanan yang mengangkat tema โ€œRehabilitasi Lahan Gambut dan Bekas Tambang sebagai Upaya Pemulihan Ekosistem serta Solusi Hijau Menghadapi Perubahan Iklim.โ€ Seminar ini akan diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Aula Lantai 6 GKB 3 UMM. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan pemerhati lingkungan untuk memperluas wawasan mengenai strategi pemulihan ekosistem pada lahan terdegradasi. Isu rehabilitasi lahan gambut dan bekas tambang saat ini menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan sumber daya hutan karena berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan cadangan karbon, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Pemerintah Indonesia sendiri terus memperkuat program rehabilitasi lahan sebagai bagian dari komitmen nasional dalam pemulihan hutan dan penanganan perubahan iklim. Seminar akan menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya. Narasumber pertama adalah Linda Wige Ningrum, S.Hut., M.Sc., Peneliti Ahli Muda di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang akan membagikan hasil riset serta pendekatan ilmiah terkait rehabilitasi ekosistem gambut dan lahan pascatambang. Sementara itu, narasumber kedua, Alma Cantika Aristia, S.T., M.Si., selaku Product Manager Lindungihutan, akan membahas implementasi rehabilitasi lingkungan melalui kolaborasi multipihak serta inovasi program penghijauan yang melibatkan masyarakat. Melalui perpaduan perspektif akademik dan praktik di lapangan, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan, peluang, serta inovasi dalam upaya restorasi ekosistem yang berkelanjutan. Seminar ini juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, lembaga penelitian, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari. Selain memperoleh materi dari para ahli, peserta seminar juga akan mendapatkan berbagai manfaat berupa e-sertifikat, pengembangan soft skills, serta kesempatan memperluas jejaring profesional dengan akademisi dan praktisi di bidang kehutanan. Program Studi Kehutanan UMM mengundang seluruh mahasiswa, dosen, peneliti, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap isu kehutanan dan lingkungan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Diharapkan seminar ini mampu menjadi media berbagi pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi nyata dalam mendukung rehabilitasi lahan sebagai solusi menuju pembangunan berkelanjutan dan ketahanan iklim.

Pengumuman Yudisium Periode 3 Tahun 2026

๐Ÿ“ข PENGUMUMAN YUDISIUM PERIODE 3 TAHUN 2026 Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang menginformasikan kepada seluruh mahasiswa yang akan mengikuti Yudisium Periode 3 Tahun 2026 agar segera menyelesaikan proses administrasi sesuai ketentuan berikut. Rincian Pembayaran 1. Biaya Yudisium Rp500.000,- BRI No. Rekening: 0429-01-0022-89561 Atas Nama: Fakultas Pertanian Peternakan UMM 2. Sumbangan Alumni Rp100.000,- BRI No. Rekening: 0429-01-001633-56-3 Atas Nama: Fakultas Pertanian Peternakan UMM ๐Ÿ—“๏ธ Batas pemberkasan dan pembayaran: 22 Juli 2026 ๐Ÿ“„ Bukti pembayaran asli wajib diserahkan ke Tata Usaha Fakultas Pertanian Peternakan (TU FPP) sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Mohon seluruh calon peserta yudisium untuk memperhatikan jadwal dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi tepat waktu agar proses yudisium dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih. Semoga seluruh rangkaian kegiatan yudisium berjalan dengan baik dan menjadi langkah awal menuju jenjang berikutnya. ๐ŸŒฟ๐ŸŽ“