
Malang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammad Afif Zaidan R., yang menjabat sebagai President of International Forestry Students’ Association (IFSA) Local Committee Universitas Muhammadiyah Malang (IFSA LC UMM), resmi terpilih sebagai delegasi untuk mengikuti Asia-Pacific Regional Meeting (APRM) 2026 yang akan diselenggarakan di Taiwan pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026.
APRM merupakan forum tahunan yang mempertemukan mahasiswa kehutanan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Human Dimensions in Biodiversity Conservation: Integrating Social Drivers for Sustainable Natural Resource Management.” Tema tersebut menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek sosial dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Muhammad Afif Zaidan R. sebagai delegasi menjadi wujud nyata peran aktif mahasiswa Kehutanan UMM dalam forum internasional. Kesempatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas budaya, berbagi pengalaman, serta mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan hutan dari berbagai negara.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti rangkaian agenda yang meliputi seminar ilmiah, diskusi panel, workshop, kunjungan lapangan (field trip), hingga pertukaran budaya dengan mahasiswa kehutanan dari berbagai negara. Melalui aktivitas tersebut, peserta diharapkan mampu memperkaya perspektif mengenai isu-isu kehutanan global, khususnya konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, restorasi ekosistem, dan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.
Bagi Program Studi Kehutanan UMM, partisipasi mahasiswa dalam forum internasional seperti APRM merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Pengalaman internasional diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam kemampuan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, serta pemahaman terhadap isu-isu kehutanan yang bersifat global.
Keberhasilan Muhammad Afif Zaidan R. menjadi delegasi APRM 2026 juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif dalam organisasi, serta memanfaatkan berbagai peluang internasional yang dapat mendukung pengembangan kapasitas akademik maupun profesional.
Program Studi Kehutanan UMM menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian tersebut. Semoga keikutsertaan dalam Asia-Pacific Regional Meeting (APRM) 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Malang dan Indonesia di kancah internasional, serta memperkuat jejaring kerja sama di bidang kehutanan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.