Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tiga mahasiswa, yaitu Abel Choiron Zakaria Prastya, Elgi Yanuar Prayoga, dan Zidane Marvelo Sabrilliant, telah berhasil menyelesaikan program sertifikasi khusus (特別教育終了証 / Tokubetsu Kyouiku Shuryou Shou) di Jepang.

Melalui pelatihan intensif dan uji kompetensi yang dilaksanakan langsung oleh perusahaan kehutanan Jepang, ketiganya dinyatakan lulus dan tersertifikasi penuh dalam pengoperasian chainsaw dan grasscutter, dua alat penting dalam sektor kehutanan dan pertanian.

Setara Junior Forester di Jepang

Keberhasilan ini menjadikan ketiganya secara kualifikasi setara dengan tenaga kerja tingkat awal atau Junior Forester di Jepang. Pengakuan ini bukan hanya secara formal administratif, namun juga berdasarkan kemampuan teknis lapangan yang telah diujikan secara ketat sesuai standar keselamatan dan efisiensi kerja Jepang.

Mereka kini memiliki legitimasi profesional untuk terlibat dalam aktivitas kehutanan operasional, baik dalam skala proyek kehutanan industri maupun konservasi berbasis lapangan di Jepang dan negara lain yang mengakui standar serupa.

Jalur Prestasi Menuju Dunia Internasional

Keberhasilan ini bukan hanya sekadar sertifikasi biasa, melainkan juga menjadi pintu gerbang penting bagi mahasiswa kehutanan Indonesia untuk mengakses pasar kerja internasional. Prodi Kehutanan UMM melalui berbagai kerja sama dan program magang luar negeri secara konsisten mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi global dan siap bersaing dalam sektor kehutanan modern.

Pelatihan ini dilakukan melalui kemitraan langsung dengan perusahaan Jepang, seperti 九州バーク運輸 (Kyushu Bark Transport Co., Ltd.), yang telah lama berperan aktif dalam mendukung pengembangan SDM kehutanan dari luar negeri.

Masih Perlu Peningkatan Bahasa Jepang

Meski telah memiliki keterampilan teknis yang mumpuni dan bersertifikat, penguasaan bahasa Jepang menjadi tantangan berikutnya. Saat ini, ketiganya masih terus didorong untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang, khususnya dalam konteks profesional dan operasional. Penguasaan bahasa sangat penting untuk menunjang komunikasi, keamanan kerja, serta efektivitas koordinasi di lapangan.

Inspirasi untuk Mahasiswa Kehutanan Indonesia

Capaian Abel, Elgi, dan Zidane ini menjadi inspirasi dan bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UMM, mampu bersaing di dunia internasional, tidak hanya dari sisi akademik namun juga keterampilan lapangan. Ini juga merupakan cerminan bahwa pendidikan vokasional berbasis praktik di lapangan tidak kalah penting dibanding teori.

Program Studi Kehutanan UMM berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan diri melalui program sertifikasi internasional, magang luar negeri, dan kolaborasi global lainnya.

Selamat dan sukses untuk Abel, Elgi, dan Zidane!

Semoga langkah kalian menjadi pembuka jalan bagi mahasiswa kehutanan Indonesia lainnya untuk melangkah ke dunia kerja global, menjaga hutan dunia, dan membawa nama Indonesia harum di mata internasional. 🌿🌍