Mahasiswa Kehutanan UMM Laksanakan Forest Introduction di Hutan Tanaman Industri dan Ekosistem Mangrove

Malang, 16 Desember 2025 – Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, menyelenggarakan kegiatan Forest Introduction sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis lapangan bagi mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan edukatif ke kawasan Hutan Tanaman Industri yang dikelola oleh Perum Perhutani serta kawasan konservasi mangrove dan ekowisata CMC Tiga Warna. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai praktik pengelolaan hutan produksi dan konservasi pesisir secara berkelanjutan. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, mahasiswa diajak untuk mengamati langsung proses pengelolaan hutan, mulai dari aspek perencanaan, teknik silvikultur, hingga pemanfaatan hasil hutan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Di kawasan Hutan Tanaman Industri, mahasiswa memperoleh materi mengenai sistem pengelolaan hutan produksi yang terencana, termasuk pemilihan jenis tanaman, teknik penanaman, pemeliharaan tegakan, serta mekanisme rotasi panen sebagai bagian dari prinsip sustainable forest management. Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan pada pentingnya pengelolaan hutan produksi dalam memenuhi kebutuhan bahan baku industri sekaligus mengurangi tekanan terhadap hutan alam. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan ke kawasan CMC Tiga Warna untuk mempelajari ekosistem mangrove sebagai benteng alami wilayah pesisir. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai fungsi ekologis mangrove dalam mencegah abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta perannya dalam penyerapan karbon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Tidak hanya aspek ekologi, mahasiswa juga mempelajari konsep pengelolaan kawasan berbasis ekowisata yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Ketua Program Studi Kehutanan UMM menyampaikan bahwa kegiatan Forest Introduction merupakan tahapan penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon rimbawan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat realitas pengelolaan sumber daya hutan di lapangan. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang utuh bahwa pengelolaan hutan harus dilakukan secara seimbang antara fungsi produksi, fungsi ekologis, dan fungsi sosial, sehingga keberlanjutan sumber daya hutan dapat terjaga,” ujarnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Kehutanan UMM terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan tantangan sektor kehutanan saat ini, sekaligus mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan berwawasan lingkungan dalam mendukung pengelolaan hutan lestari di Indonesia.