NOSUTA Gelar Training Chainsaw Perdana di Indonesia untuk Persiapan SSW Kehutanan Jepang

Nosuta kembali membuka peluang bagi tenaga kerja sektor kehutanan Indonesia melalui penyelenggaraan Training Chainsaw sebagai persiapan menuju skema Specified Skilled Worker (SSW) Forestry di Jepang. Pelatihan ini dilaksanakan pada 1–2 Desember 2025 bertempat di KHDTK Universitas Muhammadiyah Malang, Pujon. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagai bentuk penguatan kompetensi teknis sebelum memasuki dunia kerja kehutanan, baik di dalam maupun luar negeri. Program ini menjadi penting karena kategori SSW bidang kehutanan memiliki mekanisme berbeda dibandingkan sektor lain. Saat ini, ujian resmi SSW Forestry belum tersedia melalui Prometric di Indonesia dan hanya dapat dilakukan di Jepang. Selain itu, sebelum peserta dapat mendaftar untuk mengikuti ujian SSW, mereka diwajibkan memiliki sertifikat chainsaw, yang hingga kini juga baru tersedia di Jepang. Melihat kebutuhan tersebut, Nosuta mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan training dan sertifikasi chainsaw perdana di Indonesia. Inisiatif ini memungkinkan calon peserta SSW mempersiapkan diri tanpa harus melakukan training awal di Jepang, sehingga menghemat biaya dan waktu. Meskipun begitu, setelah memiliki sertifikat chainsaw, peserta tetap harus melakukan uji SSW Forestry di Jepang karena tes resminya belum dibuka di Indonesia. Pelatihan ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan alumni Kehutanan UMM, yang antusias memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta memenuhi persyaratan kompetensi sebelum mengikuti ujian resmi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak tenaga kehutanan Indonesia, khususnya lulusan UMM, yang dapat memasuki industri kehutanan di Jepang melalui jalur SSW.