Forestry Policy Forum: Program Studi Kehutanan UMM Bahas Update Kebijakan Hutan Jawa

Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dalam rangka Forestry Policy Forum dengan tema “Update Kebijakan Hutan Jawa: Tantangan dan Arah ke Depan” pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula GKB 3 UMM, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan wajib diikuti oleh seluruh angkatan mahasiswa Kehutanan. Kegiatan ini menghadirkan para praktisi dan akademisi yang kompeten di bidang kebijakan kehutanan. Narasumber utama yang dihadirkan adalah Tri Irawati, S.P., Kepala Seksi Perencanaan dan Bisnis KPH Pasuruan, yang membawakan materi bertajuk “Kebijakan dari Lapangan”, serta Edi Suprapto, Direktur ARuPA, yang membahas dinamika kebijakan kehutanan dari perspektif lembaga non-pemerintah dan masyarakat sipil. Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Ramli Ramadhan, S.Hut., M.A., Dosen Kehutanan UMM, yang memandu diskusi agar berlangsung interaktif dan aplikatif. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga gambaran nyata mengenai tantangan implementasi kebijakan kehutanan di Pulau Jawa, termasuk aspek tata kelola, perencanaan, bisnis kehutanan, serta peran multipihak dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Kegiatan Forestry Policy Forum ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa terhadap kebijakan kehutanan terkini, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membuka ruang dialog langsung antara mahasiswa dengan para praktisi dan pengambil kebijakan. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring profesional dan mengenalkan peluang karier di sektor kehutanan, baik di instansi pemerintah maupun organisasi non-pemerintah. Melalui kegiatan ini, Program Studi Kehutanan UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual dan relevan dengan dinamika kehutanan nasional. Diharapkan, mahasiswa mampu memahami kompleksitas kebijakan kehutanan secara komprehensif dan siap berperan sebagai rimbawan muda yang adaptif, kritis, dan berkontribusi nyata bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.