Revo Oktaviyan, Mahasiswa Kehutanan UMM Terpilih Sebagai Awardee JASSO Scholarship 2025 di Yamagata University, Jepang

Malang, Juni 2025 – Fakultas Pertanian-Peternakan, khususnya Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa terbaiknya, Revo Oktaviyan (NIM 202210320311002), secara resmi terpilih sebagai Awardee Beasiswa JASSO (Japan Student Services Organization) Tahun 2025 di Yamagata University, Jepang. Prestasi ini diumumkan secara langsung melalui surat elektronik dari pihak Yamagata University, yang disampaikan oleh Bapak Bayu Anggita Wirabumi, selaku perwakilan universitas mitra. Dalam email yang dikirimkan kepada Revo, disebutkan bahwa laboratorium di Yamagata University telah memutuskan untuk memilih Revo sebagai penerima beasiswa JASSO berdasarkan penilaian akademik dan potensi kontribusinya dalam bidang kehutanan dan lingkungan. JASSO Scholarship: Langkah Menuju Global Exposure Mahasiswa Kehutanan Beasiswa JASSO merupakan salah satu program beasiswa prestisius yang diberikan oleh pemerintah Jepang melalui Japan Student Services Organization. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan finansial kepada mahasiswa internasional yang mengikuti program pertukaran pelajar jangka pendek di universitas-universitas Jepang. Beasiswa ini tidak hanya menanggung biaya hidup mahasiswa selama menjalani studi di Jepang, tetapi juga memberikan pengalaman akademik, budaya, dan sosial secara langsung di negeri sakura. Revo akan menjalani program akademik di Yamagata University yang memiliki fokus pada studi-studi kehutanan, konservasi, dan pertanian berkelanjutan. Ia akan terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian, termasuk yang berkaitan dengan konservasi hutan, biodiversitas, dan tata kelola lingkungan. Program ini menjadi peluang besar baginya untuk mengembangkan pengetahuan serta pengalaman di bidang kehutanan secara global. Inspirasi Bagi Generasi Muda Kehutanan Capaian Revo Oktaviyan tidak hanya menjadi prestasi individu, melainkan juga inspirasi bagi seluruh civitas akademika, khususnya rekan-rekan mahasiswa Kehutanan UMM. Keberhasilannya menunjukkan bahwa mahasiswa kehutanan pun memiliki peluang besar untuk terlibat dalam kolaborasi internasional dan memperluas wawasan melalui pendidikan lintas negara. Dengan mengikuti program JASSO Scholarship ini, Revo diharapkan dapat membawa pulang ilmu, pengalaman, dan jejaring internasional yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan kehutanan di Indonesia. Semoga ini menjadi awal dari perjalanan panjang Revo dalam menjadi akademisi atau praktisi kehutanan yang unggul dan berdaya saing global. Selamat dan sukses untuk Revo Oktaviyan!Semoga langkah ini membawa manfaat besar dan menjadi pintu gerbang menuju masa depan yang lebih cerah dan berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.