PENDIDIKAN ALAM HMJ KEHUTANAN

HMJ Kehutanan

Senin (16/1), HMJ Kehutanan “ SYLVA INDONESIA ” Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM akan mengadakan kegiatan yaitu pendidikan alam. Kegiatan ini bernama Pendidikan Alam Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan FPP Universitas Muhammadiyah Malang dengan tema “semangat rimbawann intelektual demi terciptanya hutan lestari dan masyarakat yang sejahtera”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin-rabu, tanggal 16-18 Januari 2012 yang bertempat dicoban pelangi , Malang Provinsi Jawa Timur. Penanggung jawab umum dalam kegiatan ini adalah Ketua Umum HMJ Kehutanan UMM yaitu Gharisa Kharismartanata dan ketua pelaksana selaku penggagas terselenggaranya kegiatan ini adalah Nurfitria Puspa Indah. Peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa/i jurusan kehutanan. Mahasiswa akan mengikuti setiap acara yang sudah disiapkan oleh pihak panitia. Hari pertama mahasiswa akan disuguhi berupa materi dengan tujuan agar mahasiswa akan lebih memahami teori yang disampaikan kemudian bisa diaplikasikan dalam praktikum. Hari kedua mahasiswa di tuntut agar lebih kritis dengan diadakannya diskusi mengenai pendidikan alam. Kemudian seterusnya sesuai dengan rundown acara yang telah disusun. Hari terakhir mahasiswa akan melakukan cleaning area dengan sejumlah masyarakat. Dosen yang ikut memberikan materi dalam kegiatan ini adalah dosen-dosen dari jurusan kehutanan itu sendiri.

Praktikum Silvikultur Hutan Tanaman

Kamis (08/12), Fakultas Pertanian dan Peternakan Jurusan Kehutanan mengadakan kegiatan praktikum silvikultur dan tanaman di perum perhutani KPH Jember. Praktikum ini di ikuti oleh semua mahasiswa jurusan kehutanan dan sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa untuk mengikuti praktikum ini. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan praktikum ini adalah mahasiswa semester 5 dan didampingi oleh 2 orang asisten dan 1 orang instruktur. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan schedule yang sudah disiapakan oleh panitia. Kegiatan hari pertama yaitu perkenalan mengenai apa itu praktikum silvikultur dan tanaman kemudian selanjutnya menjelaskan tentang PPG (Pusat Persemaian Garahan) dan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan pada besok hari dan seterusnya. Dari hari pertama dan hari selanjutnya kegiatan mahasiswa adalah melakukan praktek lapangan di lokasi yang berkaitan dengan praktikum silvikultur dan tanaman mulai berangkat dari PPG kemudian masuk kedalam hutan pinus dan selanjutnya ke tempat pengolahan PET pabrik gondo rukem. Dari tempat pengolahan selanjutnya ke TPK (Tempat Penimbunan Kayu) BKPH ( Bagian Kesatuan Pemantaun Hutan). Dan hari terakhir kegiatan praktek lapangan dilakukan di SSO (Kebun Sumber Benih Khusus Untuk Pinus). Selama kegiatan berlangsung mahasiswa wajib mengumpulkan laporan hasil praktikum. Menurut David Ory Alvian selaku mahasiswa yang terlibat dalam praktikum silvikultur dan tanaman ini menuturkan kesan dan manfaat selama kegiatan berlangsung yaitu, dibandingkan dengan teori yang didapat selama dalam perkuliahan masih jauh lebih paham dengan praktikum langsung karena praktikum langsung mengarah ke praktek lapangan jadi mahasiswa tinggal mengaplikasikan teori kedalam praktek. Selain itu banyak pengalaman serta pengetahuan yang kami dapat dalam kegiatan ini dan ada manfaatnya juga bagi kami mahasiswa dan pelaku industry.

Eksistensi Kehutanan UMM di UGM

Kerjasama Jurusan Kehutanan dengan Universitas Gajah Mada Jogjakarta (UGM) membuahkan hasil. Melalui praktikum bersama, mahasiswa dapat saling adu ilmu. Hal ini menunjukkan eksistensi rimbawan.  Sabtu (17/12) sekitar jam 3 sore, peserta disambut dengan baik oleh pihak penyelenggara. Sesampainya di lokasi, ketua jurusan kehutanan melakukan pelepasan mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 sebagai awal acara.  Setelah mengikuti pembukaan dan diiringi dengan doa, peserta mendapatkan peraturan tata tertib dan susunan acara . Seperti tahun sebelumnya, kegiatan praktek umum bersama diadakan selama seminggu.Peserta dituntut untuk mengikuti setiap kegiatan dengan serius dan mendengarkan semua materi yang diberikan. Materi tersebut mengenai inventarisasi hutan dan perencanaan. Meskipun materi yang disampaikan sudah didapatkan di bangku perkuliahan, mereka tetap harus berkonsentrasi agar praktek dapat berjalan dengan lancar. Materi diberikan pada hari pertama dan kedua. Tepat hari ketiga, praktekpun dimulai. Bertempat di kampus lapang UGM yang berlokasi di Getas, perbatasan Ngawi dan Solo. Peserta harus menata area kerja terlebih dahulu untuk menentukan garis batas dan memahami suatu petak tanah. Setelah itu mereka belajar mengukur lereng polygon dan praktek persemaian benih di area kerja yang telah ditentukan. Hari keempat adalah praktek penjarangan dan tanaman hutan. Dalam praktek ini para rimbawan, begitu julukan untuk mahasiswa jurusan kehutanan, tidak merasa kesulitan. Begitupun dengan praktek pada hari kelima. Materi yang telah diterima baik diperkuliahan maupun di UGM berhasil mereka praktekkan dengan baik. Salah satu peserta, Nuzulul Qori Prabawati bercerita sedikit tentang pengalamannya mengikuti acara tersebut. Dia dan rimbawan lainnya tidak merasa kesulitan hampir di setiap kegiatan. Hanya saja waktu yang terbatas mengharuskan mereka cekatan dalam bertindak. “Pagi sampai sore praktikum di hutan jati, malamnya sudah harus membuat laporan buat dikumpulin besok paginya”, jelas mahasiswi semester 7 kehutanan UMM ini. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk mengikuti seluruh acara, malah Qori dan mahasiswa UMM lainnya mengaku sangat bersyukur dengan adanya praktek umum bersama ini. Mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat diperkuliahan dan mendapat pengalaman serta teman baru dari UGM. “Selain itu juga kita dapat menunjukkan eksistensi jurusan kehutanan. Jadi kuliah kita gak hanya di kampus aja,”tambah Qori bangga.