Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Malang
Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Malang

KEBERHASILAN BERAWAL DARI SEBUAH PERENCANAAN YANG BAIK

KEBERHASILAN BERAWAL DARI SEBUAH PERENCANAAN YANG BAIK

  Zulharman,S.Hut., M.Ling

Gagal merencanakan sama dengan merencanakan sebuah kegagalan. Inilah yang menjadi prinsip hidup salah seorang dosen Jurusan Kehutanan UMM. Zulharman, pria kelahiran Bima 19 Mei 1987 tersebut memiliki semangat belajar yang tinggi. Berbagai macam organisasi banyak diikutinya untuk menambah wawasan dan pengetahuannya.  Antara lain pernah berpengalaman menjabat sebagai ketua umum Senat mahasiswa Fakultas Pertanian UMM 2008-2009, ketua umum Kerukunan Keluarga Lambu Malang (KKLM), dan masih ada beberapa organisasi lain lagi yang pernah diikutinya.

Tidak hanya itu saja banyak berbagai macam kegiatan yang pernah ditekuninya, yaitu mengikuti  beberapa penelitian dan pengabdian masyarakat, serta pernah mengikuti berbagaimacam seminar / penataran. Prestasinya juga sangat gemilang di bindang pendidikan, salah satunya adalah sebagai lulusan terbaik dengan indeks perstasi tertinggi pada yudisium periode I Tahun 2010.

Dengan berbagai pengalaman, pengetahuan, dan prestasinya yang gemilang itulah setelah lulus dari UMM Zulharman langsung diangkat sebagai dosen di Jurusan Kehutanan UMM dengan usianya yang sangat muda, sehingga bisa di bilang bahwa dia adalah dosen termuda. Tidak berhenti disitu saja, setelah menjadi dosenpun dia juga masih berhasil mengukir prestasi, karena cara mengajar dan  metode-metode pengajarannya terhadap mahasiswa sangat bagus sehingga membuat mahasiswa cepat menangkap materi yang di ajarkannya, maka Zulharman pendapatkan penghargaan sebagai Dosen Terbaik Kategori Proses mengajar UMM 2011.

Semua keberhasilan yang diraihnya itu berawal dari sebuah perencanaan. Segala sesuatu yang akan dilakukannya harus direncanakannya terlebih dahulu untuk mencapai keberhasilan. Semua perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya itu harus dilaksanakan dengan baik, jika gagal dalam merencanakan maka sama dengan merencanakan sebuah kegagalan. Hal tersebut yang tidak diinginkannya, maka perencanaan-perencanaan yang telah dilakukannya dengan baik itu adalah awal keberhasilan yang di raih oleh Zulharman hingga saat ini.

MENAMBAH PENGALAMAN BARU MELALUI KKLH XIII

            Kemah Kenal Lingkungan Hutan (KKLH) XIII hasilkan kekompakan mahasiswa jurusan kehutanan UMM. Tidak ada perbedaan antara mahasiswa baru dengan mahasiswa lama. Kedekatan antar individu mampu menyingkirkan kata senioritas.

            Bertempat di Coban Rais Malang, KKLH XIII dilaksanakan sejak tanggal 28 hingga 30 Oktober 2011. Program yang digagas sebagai kegiatan tahunan ini memberikan manfaat dan pengalaman baru bagi peserta. “Kita belajar banyak hal seperti mengukur pohon, navigasi, pengolahan hutan, dan yang pasti kita dituntut untuk kompak dan saling menjaga satu sama lain,”ujar Febri Sutanto, mahasiswa baru jurusan Kehutanan. Hidup di hutan selama 3 hari mengharuskannya selalu bekerjasama dengan peserta lain dan dekat dengan alam. Semangat kebersamaanpun masih dirasakan hingga dalam kesehariannya seusai acara. Tak peduli mahasiswa baru ataupun lama, semua melebur menjadi satu. ” Pesan paling penting yang kami dapat adalah manusia itu sebagai makhluk sosial, dan alam itu sangat erat berhubungan dengan manusia, oleh karena itu sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan alam”, ungkapnya.

            Mewakili panitia, Gharisa memaparkan hal yang tidak jauh berbeda. “Acara ini bertujuan untuk menyatukan semangat mahasiswa baru, mengenalkan dunia hutan itu seperti apa rasanya, dan juga untuk melatih ketahanan fisik serta mental mereka”,jelasnya. Mengusung tema ’membentuk rasa solidaritas dan kebersamaan seorang rimbawan’, kegiatan ini menunjukkan hasil yang optimal. Menurutnya, kekompakan tidak hanya ditunjukkan pada saat acara berlangsung tetapi juga dalam keseharian di kampus. “Keluar dari KKLH, mereka siap untuk bersaing di dalam kampus, memiliki jiwa yang tangguh dan memiliki semangat kebersamaan seorang rimbawan”, terang ketua HMJ Kehutanan ini.

 



Aplikasi Teori Inventarisasi Hutan Pinus

Mengikuti perkuliahan  di dalam kelas sudah menjadi hal yang wajar bagi setiap mahasiswa. Bagaimana dengan kuliah di hutan? Pasti lebih menyenangkan, seperti yang dilakukan mahasiswa semester 5 UMM.

Minggu (27/11), sejumlah mahasiswa kehutanan terlihat sibuk mempersiapkan  diri.Beberapa nampak berunding, menghitung, dana dan juga yang mempersiapkan peralatan khusus.Lima menit kemudian mereka menyebar dan kembali sibuk dengan tugas masing-masing. Kali ini mereka diharuskan mengukur potensi hutan sebagai syarat lulus mata kuliah Inventarisasi Hutan.

Berlokasi di hutan pinus Songgoriti-Batu, pengukuranpun dimulai.Yang pertama dilakukan adalah menghitung luas area dan menentukan plot. Kemudian memberikan tanda atau nomer untuk tiap pohon yang memiliki jarak tidak lebih dari panjang tali yang sudah disiapkan. Pohon yang berjarak lebih dari panjang tali tidak boleh dimasukkan kedalam hitungan.

Langkah yang kedua adalah mengukur diameter pohon dengan melilitkan alat pengukur (phiba) pada badan pohon. Setelah itu dilanjutkan dengan mengukur tinggi pohon menggunakan kristenmeter. Tidak semudah menggunakan phiba, kristenmeter diletakkan di area sejajar dengan pohon yang akan diukur. Seseorang harus berdiri tegak lurus 90° dengan letak pohon agar tinggi pohon dapat dilihat.

Mendata jenis tanaman yang tumbuh di sekitar pohon pada tiap plot merupakan tahapan ketiga. Hal ini dilakukan untuk menginventarisasikan potensi hutan diluar potensi pohon dan area yang telah dihitung. “Setelah semua data dari hutan lengkap selanjutnya akan dilanjutkan dengan penghitungan di kelas”,ujar Prasetyo Hadi Wibowo, salah satu peserta praktikum. Pras, begitu ia akrab disapa, merasa kesulitan pada awal praktikum tetapi setelah beberapa kali mencoba ternyata tidak sesulit yang diperkirakan.

“Mata kuliah ini memang membutuhkan konsentrasi lebih dibanding lainnya”, kata Zulharman,S.Hut sebagai dosen pengampu. Meskipun sedikit sulit tapi Zul yakin mahasiswanya mampu bekerja sesuai lapangan serta dapat merumuskan strategi jangka panjang, jangka menengah dan operasional jangka pendek sesuai dengan inventarisasi yang dilaksanakan.

 

Praktikum Silvikultur Hutan Tanaman

JEMBER, Kamis (08/12), Fakultas Pertanian dan Peternakan Jurusan Kehutanan mengadakan kegiatan praktikum silvikultur dan tanaman di perum perhutani KPH Jember.

Praktikum ini di ikuti oleh semua mahasiswa jurusan kehutanan dan sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa untuk mengikuti praktikum ini. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan praktikum ini adalah mahasiswa semester 5 dan didampingi oleh 2 orang asisten dan 1 orang instruktur.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan schedule yang sudah disiapakan oleh panitia. Kegiatan hari pertama yaitu perkenalan mengenai apa itu praktikum silvikultur dan tanaman kemudian selanjutnya menjelaskan tentang PPG (Pusat Persemaian Garahan) dan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan pada besok hari dan seterusnya.

Dari hari pertama dan hari selanjutnya kegiatan mahasiswa adalah melakukan praktek lapangan di lokasi yang berkaitan dengan praktikum silvikultur dan tanaman mulai berangkat dari PPG kemudian masuk kedalam hutan pinus dan selanjutnya ke tempat pengolahan PET pabrik gondo rukem.

Dari tempat pengolahan selanjutnya ke TPK (Tempat Penimbunan Kayu) BKPH ( Bagian Kesatuan Pemantaun Hutan). Dan hari terakhir kegiatan praktek lapangan dilakukan di SSO (Kebun Sumber Benih Khusus Untuk Pinus). Selama kegiatan berlangsung mahasiswa wajib mengumpulkan laporan hasil praktikum.

Menurut David Ory Alvian selaku mahasiswa yang terlibat dalam praktikum silvikultur dan tanaman ini menuturkan kesan dan manfaat selama kegiatan berlangsung yaitu, dibandingkan dengan teori yang didapat selama dalam perkuliahan masih jauh lebih paham dengan praktikum langsung karena praktikum langsung mengarah ke praktek lapangan jadi mahasiswa tinggal mengaplikasikan teori kedalam praktek. Selain itu banyak pengalaman serta pengetahuan yang kami dapat dalam kegiatan ini dan ada manfaatnya juga bagi kami mahasiswa dan pelaku industry.  

 

 

 

 


 

Shared: