Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Malang
Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Malang

Jurusan Kehutanan Lakukan Revitalisasi Hutan Lindung Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Author : Administrator | Rabu, 20 April 2016 10:00 WIB
Briefing oleh Tim dari TNBTS dan Jurusan Kehutanan FPP UMM sebelum penanaman pohon. (Photo By Doc. Kehutanan UMM)

Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh lembaga luar negeri dalam revitalisasi kawasan hutan lindung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Jurusan Kehutanan UMM melanjutkan kerjasama dengan mitra dari PT. Toyota Boshoku Indonesia, PT. Toyota Boshoku Japan, serta lembaga penyandang dana Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO) untuk merevitalisasi kawasan hutan lindung di TNBTS yang berada di kawasan Agrowulan.

Dari kerjasama yang telah disepakati oleh Jurusan Kehutanan UMM dengan para mitra, Jurusan kehutanan UMM memegang dan bertanggung jawab atas revitalisasi penanaman pohon di wilayah Agrowulan seluas 165 Ha.

Penanaman pohon dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2016 telah dilakukan penamanan pohon jenis Mentigi dan Cemara Gunung di blok 5 yang berada dikawasan Agrowulan TNBTS. Penanaman dilaksanakan selama 4 hari mulai sabtu sampai selasa (2-5/4).

Kerjasama ini dilandasi pada kepedulian akan penanganan lingkungan yang saat ini banyak terjadi pembalakan liar dan musnahnya tumbuhan asli diberbagai kawasan. Pada pertemuan sebelumnya pada tahun 2014 perwakilan dari JIFPRO, Prof Seiici Ohta memandang adanya Revitalisasi sebagai langkah maju dibidang pelestarian lingkungan. Untuk itu pihak JIFPRO mendukung penuh kerjasama tersebut.


Tatag Muttaqin, S.Hut, M.Sc Selaku ketua Jurusan Kehutanan UMM mengatakan “Kerjasama ini saya harap tidak hanya bermanfaat bagi Jurusan Kehutanan UMM dan para mitra yang terlibat, tapi juga berdampak langsung pada lingkungan yang saat ini semakin terdegradasi oleh banyak kerusakan” ujar Tatag.

Sementara itu Dr. Fariana Prabandari, S.Hut, M.Si selaku kepala bidang II TNBTS mengatakan “kawasan hutan lindung memang perlu penanganan khusus, semoga kerjasama ini terus berlanjut dan kawasan TNBTS tetap terjaga kelestariannya” ungkap Fariana. (itg)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image